membacamu, seribu satu tafsir berlarian
aku pandangi angin yang
menyelinap ke tubuhku dan berbisik :
'apa yang ingin kau bilang?'
pada darah yang tak henti mengalir
aku titipkan inginku sambil menghitung
waktu saat perjanjian tiba
'aku ingin memahamimu'
dan angin pergi
melintasi pagi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar